Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 18, 2015

Hai, Malam!

Hai, Malam!
(Kepadamu yang selalu diam dibawah sinar bulan)

Hai, malam! Bisakah kau dengar bisikku?
Kali ini aku datang dengan cerita serupa, tapi lebih nyata
Ia ternyata benar ada
Bertukar pandang meski sekejap
Rasanya aku enggan untuk mengerjap

Hai, malam! Bolehkah kusampaikan pintaku?
Kali ini aku memohon agar kau jangan pergi, hingga tak ada celah untuk matahari menikammu

Ya, aku jatuh cinta pada malam
Dalam sambutan hangat tangannya, dalam tatapan lurus matanya
Dibawa angin yang membisikkan kata, namun senyap tanpa suara
Maka kusapa kembali kau malam
Untuk tetap tinggal, menerjemah rasa


Bandung, 171015
 - Asti LS Prativi -

Sabtu, Oktober 03, 2015

Puisi: Perbudakan Gejolak Emosi

Perbudakan Gejolak Emosi  

 - Asti LS Prativi -

Kepala membuat rencana, tapi Tuhan lebih kuasa dengan dunia sekitar yang ikut serta.
Hingga badan tinggal mengikuti alur, meski jauh dari peta awalnya. 
Maka selamat ku ucapkan pada kalian yang mampu berdamai dengan dunia.
Tinggal hamba disini berusaha mencapai rengkuhan hangat dari Sang Pencipta.
Untuk membebaskan raga serta qolbu dari perbudakan gejolak emosi manusia.


Bandung, 2 Oktober 2015 

Senin, Mei 26, 2014

Puisi: Jeda Suara



Jeda Suara
Asti LS Prativi & Syaiful HS

Selamat pagi, sayang.....
Hari ini aku terpaksa bekutat kembali denganmu
Karena mereka menginginkan itu
Akupun ingin, sayang

Sabtu, April 19, 2014

Puisi: Nyanyian Sepenggal Bulan



Nyanyian Sepenggal Bulan
Asti LS Prativi

Musikmu membawa harmoni itu hadir
Disetiap malam sepi yang hanya ditemani sepenggal bulan
Tempat kosong ini mudah terisi, Tuan
Dengan semua hal berbau alunan

Sabtu, Desember 14, 2013

Apa?

Sudah beberapa kali ini terulang. Sekali lagi aku alami. Namun setiap detiknya punya perbedaan tersendiri. Banyak hal yang baru yang bermunculan di tengah kesunyian. Hanya mendengarkan suara kendaraan yang sesekali melintasi jalan. Masih tercium bau air hujan yang membasahi jalanan semalam.
Dengan tenang aku duduk di depan,

Kamis, November 07, 2013

Teriak Sebelum Lenyap

Teriak Sebelum Lenyap

Asti Prativi


seakan menguap menjauh ke langit
satu satu bagian lenyap
dari aku hingga berjarak

Minggu, Oktober 20, 2013

Di Tengah Hujan, Sebelum Pagi

 Di Tengah Hujan, Sebelum Pagi
(Teruntuk Mu, juga kita)


Di tengah hujan, sebelum pagi.
Melihat lagi untuk mengingat kembali.
Menghubungkan dengan apa yang terjadi saat ini.
Belajar menerima dan mengerti serta introspeksi diri.

Senin, Oktober 14, 2013

Minggu, September 15, 2013

Asa di Bibir Purnama

Karya: Asti Prativi

Seuntai asa membias di bibir purnama
Hanya kebisuan  dingin  tanpa cahaya
Ilusi cintamu kembali menguak masa

Naluri remajaku melanglang buana
Terbang arungi langit yang berwarna
Anganku membiru, kadang merah jambu, juga kadang abu-abu